Kamis, 09 Februari 2012

BAB III


BAB III
ANALISIS  DAN PERANCANGAN SISTEM


3.1              Analisis Sistem
Pada bagian ini akan dirumuskan kebutuhan sistem yang akan menjadi dasar dalam perancangan jumlah stock bahan baku menggunakan fuzzy c-means. Perumusan kebutuhan sistem tersebut dilakukan dengan cara menentukan alur yang terjadi dalam sistem. Alur tersebut kemudian akan digambarkan dengan Flowchart dan Data Flow Diagram (DFD).
Untuk memudahkan didalam menentukan alur yang mungkin terjadi dalam sistem ini, ditentukan terlebih dahulu pengguna sistem ini. Pengguna sistem kemudian akan digambarkan sebagai entity dalam DFD. Pada sub bab berikut akan dibahas tentang pengguna sistem ini.
Pada sistem pembuatan tahu yang sudah cukup baik, hanya sistem tersebut masih menggunakan sistem manual ssehingga untuk memperoleh informasi yang akurat secaara tepat memerlukan waktu yang relatif cukup lama.

3.2              Perancangan Sistem
Pada proses perancangan sistem yang di gunakan oleh sistem aplikasi yang berorientasikan pada aliran sistem yang terjadi, agar memperjelas sistem alur aplikasi yang dibuat. Penjelasan mengenai sistem dimulai dari flowchart sytem atau diagram alir, diagram berjenjang, contex diagram, data flow diagram level 0, data flow diagram level 1.

3.2.1        Flowchart
Perancangan flowchart dalam desain sistem dapat digambarkan pada desain Flowchart proses aplikasi dan proses fuzzy c-means seperti pada gambar 3.1 dan gambar 3.2 .

Gambar 3.1 flowchart Aplikasi


Gambar 3.2 Flowchart Fuzzy C-Means
                Penggunan pada sistem fuzzy ini memiliki beberaa tahap proses untuk menentukan hasil akhir dari perhitungan fuzzy , anara lain :
a.       Input data Produksi
b.      Menentukan fungsi kurva yang akan dipakai prroses perhitungan.
c.       Mendefinisikan variabel fuzzy , himpunan fuzzy serta fungsi keanggotan fuzzy.
d.      Setelah proses perhitungan selesai, selanjutnya memasukkan fuzzy c-means untuk menggitung nilai fire strenght.
e.      Hasil dari perhitungan fire strenght.
3.2.2   Diagram Jenjang
Diagram ini akan menggambarkan proses yang terdapat pada sistem informasi jumlah stock bahan baku dimulai dari top level sampai level 1 secara berjenjang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.3.

Gambar 3.3 Diagram Berjenjang
Pada diagram berjenjang dijelaskan bahwa sistem informsi jumlah stock bahan baku menjadi top level menurunkan tiga proses yaitu proses penerimaan bahan, bahan keluar, membuat laporan. Ada beberapa proses yang diturunkan kembali menjadi beberapa proses sesuai dengan kebutuhan sampai pada level 1.


3.2.3                    Data Flow Diagram (DFD)
Untuk menggambarkan bagaimana menglirnya data yang ada pada sistem pergudangan dibuat  data flow diagram. Langkah pertama dalam pembuatan data flow diagram adalah membuat context diagram. Diagram ini dapat digambarkan hub input – output antar sistem dengan dunia luar (external entity). Dari hasil analisa terdapat sistem flow yanng ada pada bab sebelumnya diperoleh  data flow diagram seperti pada gambar 3.4 sebagai berikut.
Gambar 3.4 context diagram
Context diagram menjelaskan semua alur data dan pengguna siste yang terjadi dalam proses sistem informasi jumlah stock bahan.
Dari context diagram yang telah ada proses dapat diturunkan pada DFD level 0. Unuk DFD level 0 dari SI jumlah stock bahan baku dapat dilihat pada gambar 3.5 di bawah ini:

Gambar 3.5 DFD Level 0
Dari gambar di atas dapa dijelaskan bahwa terdapat tiga proses utama pada sub sistem contex diagram,yaitu:
a.       Peneriman barang
b.      Barang keluar
c.       Membuat laporan
Untuk selanjutnya tiga proses dari DFD level 0 di atas dapat dijelaskan secara rinci pada level 1 sesbagai berikut :

a.       DFD level 1 untuk peneriman barang
Untuk proses penerimaan barang dapat dilihat pada gambar 3.5 seperti bawah  ini:
Gambar 3.6 DFD level 1 penerimaan barang
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat dua sub bab pada proses penerimaan barang pada SI jumlah stock bahan baku yaitu: penerimaan barang, klasifikasi barang.
b.      DFD level 1 untuk proses barang keluar
Dari DFD level 1 selanjutnya membahas tentang barang keluar yang akan dapat dilihat seperti pada gambar 3.7 dibawah ini:
Gambar 3.7 DFD level 1 barang keluar
Gambar di atas menjelaskan proses keluar barang, yaitu mencatat barang berdasarkan input data barang keluar oleh pegawai yang akan diupdate terhadap stock pada tabel barang.
c.       DFD level 1 untuk proses membuat laporan
Selanjutnya membahas tentang membuat laporan yang akan dilihat pada gambar 3.8 di bawah ini:
Gambar 3.8 DFD level 1 membuat laporan
                        Menjelaskan proses membuat laporan, yaitu proses rekap persedian dengan input data stock yang kemudian menghasilkan lap stock, lap terima barang  yang di terima kepala gudang.
3.3              Perancangan Tabel
Tabel – tabel yang digunakan tidak berelasi dengan tabel yang lain, berikut adalah tabel yang digunakan
Tabel data produksi
            Tabel data produksi digunakan untu menyimpan data produksi bahan baku yang selanjutnya akan digunkan untuk proses perhitungan fuzzy. Berikut adalah tabel data Produksi.
No
Kolom
Tipe Data
Lebar
keterangan
1
Id
int
10
Primary Key
2
Periode
Varchar
25

3
Bahan1
Varchar
30

4
Bahan2
Varchar
30

5
Bahan 3
Varchar
40

6
Permintaan
Varchar
30

7
Stok_bahan
Varchar
30

8
Stok_bahan
Varchar
30

9
Stock_bahan
Varchar
30

Tabel 3.1 Tabel data produksi

3.4               Implementasi Antarmuka
Pada implementasi antarmuka ini, menjelaskan bagaimana membuat sebuah antarmuka yang menarik dari sebuah aplikasi sehingga menjadi user friendly bagi user. Pada sub bab ini menjelaskan awal user menggunakan aplikasi stock bahan baku produksi , terdapat beberapa desain yang umum digunakan oleh pengguna saat aplikasi dijalankan.

3.4.1        Desain halaman Utama Adminisator
Berikut ini tampilan dari desain halaman utama Administrator seperti pada Gambar 3.9 
Gambar 3.9 . Halaman muka
Berikut adalah daftar sub link menu pada tiap daftar link menu yang terdapat pada Tabel 3.2  tabel from menu
Tabel 3.2 tabel from menu
No
Link Menu
Sub Link Menu
Keterangan
1
Aplikasi
Keluar
Keluar dari aplikasi
2
Input
Data Produksi
From Data
3
Fuzzy
Proses Clustering
From Clustering
Fuzzy
From Fuzzy


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar